Langsung ke konten utama

Sesi Curcol

                Punya blog pribadi? Yang nggak punya sih masa bodoh. Bagi yang punya? Terkadang merasa jenuh dengan tampilan blog yang sederhana dan gitu-gitu doang. Aplagi yang amatiran kayak aku gini. Belum lagi kalau udah jarang ngeposting. Bakal ada sarang laba-laba deh tuh blog kalau aja dianggap rumah kosong yang nggak terurus.

                Sekarang masalahnya bukan karena jarang ngeposting. Tapi karena iseng-iseng coba ngatur tampilan blog dan sayangnya gagal. Oke aja kalau masih bisa dikembalikan lagi. Tapi ini? Barusan ini? sumpah ribet banget, dengan kode-kode apalah itu yang sama sekali aku nggak ngerti.

                Ini kedua kalinya aku merasa gagal mengatur blog pribadi aku sendiri. Yang pertama menambah lagu di blog. Awalnya bisa, tapi ntah kenapa sekarang nggak ada lagi suaranya. Yang kedua, baru sore ini, barusan ini, aku kembali gagal membuat tampilan blogku supaya ringkas. Kesalahan pada panduannya atau kesalahan pada diriku sendiri? Emosiku meledak-ledak dan aku jadi geregetan sendiri saat udah salah masukin kode.

                Masih berusaha memperbaiki kode dengan mengembalikan tampilan kode seperti semula. Tapi naas, aku udah terlanjur menekan kata “Simpan”. Lalu aku bisa apa? Udah terlanjur nggak ngunduh kode awal terlebih dahulu. Ayolah bantu, siapapun tolong bantu aku.


                Berlebihan? Okeh, terserah mau dibilang apa. Aku hanya ingin belajar mengurus blog pribadiku sebaik mungkin. Tapi kalau memang pada akhirnya nggak bisa, okeh fix, biarkan seperti ini seterusnya -_- L

~Sekian, Terimakasih~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PDKT

            Istilah PDKT mungkin sudah nggak asing lagi kali ya di telinga kalian? Iya, masa pendekatan terhadap lawan jenis sebelum akhirnya resmi jadian. Emang sih masa PDKT itu adalah masa-masa yang paling indah. Tapi ya jangan GR alias kebawa perasaan dulu sih, karena akibatnya jadi kamu sendiri yang sakit akibat patah hati.             Setiap hari komunikasi, ya walaupun proporsinya nggak terlalu sering alias nggak setiap jam dari bangun tidur sampai tidur lagi. Tapi kehadirannya yang secara tiba-tiba dan sok akrab yang bikin kita, oh bukan, maksudnya aku jadi langsung baper alias bawa perasaan.

Hujan Menggantung

Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. Mestinya aku sudah sampai di rumah, tapi hujan menghadangku cukup lama hingga aku masih terjebak di parkiran sekolah. Aku pikir dengan menunggu sebentar di dekat motorku hujan akan redah, tapi nyatanya hujan semakin lebat. Aroma lembab hujan pun juga semakin kuat, hingga masuk ke dalam rongga hidung. Hawanya yang dingin seakan menembus pori-pori kulitku dan masuk serta menggerogoti tulang-tulang rusukku. Ah, sial aku tak membawa jaket.            Ku amati suasana di parkiran sekolah yang tak begitu luas ini. Motor-motor sudah dapat kuhitung dengan jari. Teman-teman yang lain sudah pulang dari tadi. Ada yang memang sudah dijemput, ada yang memakai jas hujan, dan ada pula yang nekat untuk hujan-hujanan.

Di Balik SCM Cup 2015 Part 2

16 Januari 2015             Sebenarnya sebelum tanggal ini kita mau nyamperin mereka lagi ke Batu. Eh, untung aja Merita dapat info kalau mereka udah pindah hotel di Malang. Karena kita masih nggak tahu mereka nginap dimana, akhirnya masih sama-sama nyari info. Dan yeay, lagi-lagi berkat postingan foto instagram Gavin, kita jadi tahu posisi mereka.             Sore pada tanggal ini kita langsung berangkat ke hotel penginapan mereka. Awalnya kita sempat udur-uduran, istilahnya berantem kecil lah buat nentuin yang nanya kepastiannya ke satpam. Akhirnya kita ambil keputusan buat nanya bareng-bareng.